Proses alam yang tidak bisa dihindari yang membawa perubahan dengan kondisi yang berbeda dalam kehidupan lansia. Semua itu terlihat dari kehidupan sehari2 mama mertua saat ini. dan semua ini mempengaruhi fisik, mental dan emosi beliau.
Bukan hanya lansia yang merasakannya tapi ini juga menjadi tantangan bagi yang merawatnya. Salah satu tindakan yang mampu membuat para perawat ter tantang adalah ketika Lansia tantrum.
Tantrum yang sering saya dengar adalah ketika seorang anak kecil yang marah, menangis dan berteriak2 bila ingin sesuatu tidak ter sampaikan. Ternyata tantrum juga bisa terjadi pada lansia. dan kenyataannya saat ini kami sedang dihadapkan pada situasi tersebut.
Mengajak bicara lansia pada saat tenang, adalah waktu yang baik. Lansia akan bercerita banyak dan terbuka pada orang yang dianggapnya mau menerima dia. Lansia ini bicara tentang banyak kekecewaannya, tentang harapan yang tidak terpenuhi, menyimpan rasa sakit dan tidak melepaskan dan memaafkan, tidak bisa mengungkapkan keinginan, yang cenderung pesimis bahwa apa yang diucapkannya tidak punya kekuatan sedikitpun.
pada beberapa orang lansia yang pernah saya kunjungi, banyak sekali ekspresi yang kami lihat pada setiap lansia. Ada yang sering terlihat kecewa yang dalam pada mata tua itu, dia tidak mampu mengolahnya atau meng ikhlas kan, melepaskan hingga semua menetap diam dalam hati dan pikirannya. Terpendam lama bertahun2 hingga berkarat, diam dalam waktu yang lama, selalu dipatahkan setiap keinginan yang diutarakan hingga tak bisa mengutarakan apa yang diinginkan, yang mengakibatkan pesimis dan malas bicara.
Ada juga Lansia yang begitu terlihat apik, manis , rapih dan bersih. ada yang terlihat cenderung was-was dengan sekitarnya, ada juga yang terlihat bahagia dan tidak bermaslah dengan lingkungannya, lansia ini terlihat biasa saja menjalankan hidupnya. dan masih banyak lagi karakter2 lansia yang sering kami temui.
Jadi tantrum pada lansia, anak2 dan setiap orang yang bermasalah dengan kejiwaannya mempunyai faktor pemicu yang berbeda2.
Lansia yang kami dampingi saat ini dengan kondisi:
1. Sulit mengungkapkan keinginan/kebutuhan
2. Sulit mengutarakan apa yang ingin diucapkannya
3. Kebingungan.
4. Diam tak mau bicara
5. Takut bicara karena akan dimarahi
6. Frustasi
7. Memaki maki
8. Mengoceh (hal-hal yang tidak kita mengerti)
9. Berteriak-teriak
10. Menangis dan menjerit2
11. Mondar mandir untuk menghalangi jalan
12. Tidak mau mendengar apa yang orang lain bicarakan
13. Menarik diri dari lingkungan
14. Merasa menyusahkan dan tak layak
15. Tidak mau menerima telpon dari siapapun
16. Tidak mau dikunjungi oleh keluarga
17. Sulit Tidur (terutama di malam hari)
18. Mengeluh sakit tapi tidak bisa menjelaskan letak sakitnya dimana
19. Bermimpi selalu bila tidur malam
20. Merajuk dan ngambek untuk makan, minum, bila cuaca panas, bila cuaca dingin.
21. Merasa dirinya dibuang dan dijauhkan.
Bagaimana kami menghadapi dan mengatasi situasi ini, akan saya tuliskan di bagain cerita selanjutnya ya...
Terimakasih,
Salam manis dari kami

No comments:
Post a Comment