My Blog List

Thursday, September 12, 2024

CATATAN PRIBADI PENDAMPINGAN LANSIA 2

CARA KAMI MENGHADAPI LANSIA TANTRUM:

 


Selagi lansia hanya menangis dan berteriak saja tanpa di ikuti tindakan ekstrim, seperti memukul, melempar dan menyakiti diri sendiri maupun orang lain, kami akan selalu berada disamping nya.

 

Biasanya bila saya sebagai pendamping saya akan menyentuhnya dengan lembut, membelai nya dan melakukan sentuhan perlahan yang membuatnya merasa aman, sambil bicara pelan-pelan. Saya tidak memaksa untuk didengar, saya hanya memberikan sinyal  sebagai tanda bahwa saya ada disitu untuk dia.


Biasanya lansia meracau sambil menangis dan berteriak2 meluap kan apa yang mengganjal  di hati nya itu dilakukan tanpa disadari.

Saya akan mengusap punggungnya sambil mengatakan, "iya oma / mama..teruskanlah menangis, keluarkan apa yang mau oma / mama ingin katakan, bila ingin menangis  menangis, disini tidak akan ada yang melarang oma / mama  menangis". saya melakukan itu untuk menunjukan bahwa kita siap mendengarkan demikian juga dengan nada suara kita juga harus jauh lebih rendah.


Setiap pagi, saya usahakan untuk menyapa dan menanyakan kabar tidur semalam, begitu pula bila saya/ kami dari bepergian, kami harus menyapanya terlebih dulu daripada harus melakukan hal apapun juga. kami melakukan itu bukan tanpa sebab, kami juga melakukan pengamatan, bahwa beliau sangat senang dan tenang bila kita menyapanya. 


Karena pada dasarnya manusia hidup untuk bisa berarti bagi sesama. oleh sebab itu membuat mereka merasa dihargai adalah cara kami untuk menumbuhkan kembali rasa dibutuhkan, dihargai yang membuat Lansia semangat.

Wednesday, September 11, 2024

CATATAN PRIBADI PENDAMPINGAN LANSIA

Proses alam yang tidak bisa dihindari yang membawa perubahan dengan kondisi yang berbeda dalam kehidupan lansia. Semua itu terlihat dari kehidupan sehari2 mama mertua saat ini. dan semua ini mempengaruhi fisik, mental dan emosi beliau. 

Bukan hanya lansia yang merasakannya tapi ini juga menjadi tantangan bagi yang merawatnya. Salah satu tindakan yang mampu membuat para perawat ter tantang adalah ketika Lansia tantrum.

Tantrum yang sering saya dengar adalah ketika seorang anak kecil yang marah, menangis dan berteriak2 bila ingin sesuatu tidak ter sampaikan. Ternyata tantrum juga bisa terjadi pada lansia. dan kenyataannya saat ini kami sedang dihadapkan pada situasi tersebut. 

Mengajak bicara lansia pada saat tenang, adalah waktu yang baik. Lansia akan bercerita banyak dan terbuka pada orang yang dianggapnya mau menerima dia. Lansia ini bicara tentang banyak kekecewaannya, tentang harapan yang tidak terpenuhi, menyimpan rasa sakit dan tidak melepaskan dan memaafkan, tidak bisa mengungkapkan keinginan, yang cenderung pesimis bahwa apa yang diucapkannya tidak punya kekuatan sedikitpun. 

pada beberapa orang lansia yang pernah saya kunjungi, banyak sekali ekspresi yang kami lihat pada setiap lansia. Ada yang sering terlihat kecewa yang dalam pada mata tua itu, dia tidak mampu mengolahnya atau meng ikhlas kan, melepaskan hingga semua menetap diam dalam hati dan pikirannya. Terpendam lama bertahun2 hingga berkarat, diam dalam waktu yang lama, selalu dipatahkan setiap keinginan yang diutarakan hingga tak bisa mengutarakan apa yang diinginkan, yang mengakibatkan pesimis dan malas bicara. 

Ada juga Lansia yang begitu terlihat apik, manis , rapih dan bersih. ada yang terlihat cenderung was-was dengan sekitarnya, ada juga yang terlihat bahagia dan tidak bermaslah dengan lingkungannya, lansia ini terlihat biasa saja menjalankan hidupnya. dan masih banyak lagi karakter2 lansia yang sering kami temui.

Jadi tantrum pada lansia, anak2 dan setiap orang yang bermasalah dengan kejiwaannya mempunyai faktor pemicu yang berbeda2. 

Lansia yang kami dampingi saat ini dengan kondisi:

1. Sulit mengungkapkan keinginan/kebutuhan

2. Sulit mengutarakan apa yang ingin diucapkannya

3. Kebingungan.

4. Diam tak mau bicara 

5. Takut bicara karena akan dimarahi

6. Frustasi

7. Memaki maki

8. Mengoceh (hal-hal yang tidak kita mengerti)

9. Berteriak-teriak

10. Menangis dan menjerit2 

11. Mondar mandir untuk menghalangi jalan

12. Tidak mau mendengar apa yang orang lain bicarakan

13. Menarik diri dari lingkungan

14. Merasa menyusahkan dan tak layak

15. Tidak mau menerima telpon dari siapapun

16. Tidak mau dikunjungi oleh keluarga 

17. Sulit Tidur (terutama di malam hari)

18. Mengeluh sakit tapi tidak bisa menjelaskan letak sakitnya dimana

19. Bermimpi selalu bila tidur malam

20. Merajuk dan ngambek untuk makan, minum, bila cuaca panas, bila cuaca dingin.

21. Merasa dirinya dibuang dan dijauhkan.

Bagaimana kami menghadapi dan mengatasi situasi ini, akan saya tuliskan di bagain cerita selanjutnya ya...

Terimakasih, 

Salam manis dari kami




BELAJAR MENGAPRESIASIKAN

BIJAK BERKOMENTAR



Ini adalah cerita perempuan saat pertama kali dipercayakan membuat sesuatu untuk dihadirkan pada salah satu acara. seperti pada umumnya setiap orang yang dipercayakan untuk satu acara tertentu pastinya punya perasaan yang berbeda dari biasanya, ada perasaan senang, dag dig dug, takut dan lain2. semua pasti campur aduk. 

Mengeluarkan karya kita untuk pertama kali mempunyai kesan tersendiri ada perasaan khawatir dan merasa serba salah mendengar respon pengunjung terhadap produk yang dihadirkan.

Ada beragam respon liar bermunculan, entah itu yang jujur atau yang tidak. Ada banyak yang sifatnya memuji, mengkritik, melemahkan / menjatuhkan alias membuat seseorang merasa sangat gagal dan malu hingga ada juga yang diam penuh rahasia. 

Banyaknya respon itu, membuat perasaan ketar ketir turun naik, malu, kecewa, sedih, terdiam, terpaku, terpukau dan bahagia, semuanya menjadi campur aduk, namun dari semuanya kita harus merasa sangat bersyukur sekali. Melihat antusias dan respon yang begitu beragam, itu tandanya apa yang kita hadirkan mampu membuat orang lain berkomentar.

Akhirnya dari semua keadaan itu, kita harus mampu menerima dengan tenang, menyelesaikan perasaan dengan tersenyum bebas dan lepas.  Merunut kembali semua cerita  dengan cepat dalam ingatan dan mengabaikan hal2 yang membuat ke tidak nyaman pada diri kita, menjadikan latihan bagaimana kit mengelola emosi dan mood kita terhadap situasi- situasi tertentu.

Ternyata kritik yang menjatuhkan, yang tidak valid, bahkan membanding2kan tidak boleh membuat kita pribadi kecewa yang berkepanjangan, sedih berlarut-larut atau putus asa hingga membuat kita kapok untuk melakukannya kembali suatu saat nanti  Justru kita harus semakin yakin bahwa kita pasti mampu sekalipun harus dengan usaha lebih keras lagi.


Biasanya dari sekian banyak respon yang kita dengar, paling sedikit ada satu respon yang membuat kita bangkit, kuat atau semakin bersemangat. Yang mampu mengabaikan kata2 yang tidak enak didengar sehingga kita menjadi lebih lapang dada dan berpikir lebih posistif menerima setiap masukan atau kritikan.  

Jadi bijaklah berkomentar dalam hal apapun, dan bijak juga menerima setiap masukan dan komentar yang ada. Percayalah setiap kejadian yang ada adalah pelajaran dan masukkan untuk kita lebih maju dan lebih baik lagi.

Sah-sah saja orang membanding bandingkan, sah-sah saja orang menilai kita. Tapi kita juga tidak berkewajiban menerima semua omongan orang diluar sana. 

Jangan membanding2kan orang,sebelum kita sendiri benar2 mengenal bidang mereka,. namun untuk semua cerita yang hadir. saya  berharap semua ini bisa menjadi masukan buat kita bersama.

Terimakasih,

Salam manis dari kami.






Secangkir Teh Hangat

 HUJAN DERAS DI SIANG HARI Di luar suasana dingin sekali angin kencang dan hujan deras seperti tumpah dari langit. tak perduli seberapa besa...